Tampilkan postingan dengan label Eskul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eskul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2007

Dauroh Siswa SMP Sebelum Libur, Pulang Ke Rumah

Bagi siswa SMP bulan ramadhan ini ternyata ditetapkan target hapalan yang harus sudah hapal sebelum libur. Puncak proses hapalan tersebut adalah dauroh, pada hari sabtu, tanggal 29 September atau 17 Ramadhan dimana siswa seluruhnya menginap atau yang program fullday menginap untuk mengikuti acara dauroh ini.

Bakti Sosial Sekolah

Setiap tahun menjelanghan akhir ramadhan dan sebelumn libur sekolah kita biasa mengadakan bakti sosial, bakti sosial itu adalah kita semua mengumpulkan pakaian pakaian layak pakai yang sudah tidak dipakai oleh kita. Pakaian tersebut bisa punya kita, punya abi, ummi, adik atau kakak kita. Nantinya pakaian tersebut akan dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan pakai anak, pakaian ibu, pakaian bapak, dan pakaian lainnya, pakaian tersebut dirapihkan agar menarik kemudian nanti pada hari bakti social akan dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga sangat murah, yaitu Rp. 500,- Rp. 5.000,-. Masyarakat sekitar sekolah kita diundang, dan ada sejumlah masyarakat yang kekurangan diberi kupon sembako murah, yaitu sembako seharga Rp. 20.000,- - Rp. 25.000,- dijual dengan harga Rp. 5.000,-

Siswa-siswi boleh ikut serta menjadi penjaga stand dagang, nanti menjual pakaian dengan harga yang sudah ditetapkan. Uang hasil penjualan pakaian akan sembako nanti akan dipakai untuk kegiatan lain misalnya untuk membeli tanaman yang dipakai untuk penghijauan sekolah dan lainnya yang dapat dirasakan semua

Ada Egrang, di Sekolah

Masuk bulan ramadhan di sekolah kita ada permainan baru yang jembatan bambu, tiang gantung, dan egrang. Mainan itu semua dari bamboo katanya itu permainan tradisional terbuat dari bahan yang ada di lingkungan kita, bambu. Permainan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa-siswi untuk berlating keseimbangan tubuh sehingga dapat mempengaruhi otak kiri dan kanan agar tumbuh cepat.

Egrang itu adalah dua batang galah yang sama dan pada ketinggian tertentu dipasang bamboo untuk injakan kaki. Pada mulanya susah memainkan enggrang setiap naik engrang jatuh karena tidak seimbang, jadi harus bias mengatur tubuh agar bisa seimbang, jauh lebih susah dari jembatan karena harus melangkah dengan bamboo.

Sayang, yang main egrang banyaknya anak SMP sementara anak SD tidak kebagian harus nunggu anak SMP tidak ada, baru kebagian. Apalagi anak putri disamping tidak kebagian juga takut-takut untuk main egrang mah. Hanya teh Nabila yang penasaran main egrang, minta ditunggu ibunya Bu Astira, habis sama anak SMP melulu.

Ah, egrangnya cepat rusak dan jumlahnya sedikit hanya ada 15 buah terdiri dari yang ketinggian injaknya 30 cm, 40 cm dan 50 cm. Sementara anak yang mau main banyak. Kenapa sih, buat mainan yang seperti itu. Kata Pak Dedy, banyak anak yang main ke kebun petani dan kadang merusak, serta banyak anak laki-laki yang main adu muncang. Muncang ditumpuk dua diberi bamboo kemudian dipukul pakai batu, yang muncangnya pecah kalah. Nah ada anak yang memukul muncang tetapi yang kena malah tangannya, tentu saja sangat sakit kelihatan memar atau patah, Bu Guru Heti dan Pak Tetep wali kelas dan guru mengajar waktu itu panik. Setelah diatasi dan pulang ternyata sorenya demam, jadi ibunya panic. Tetapi alhamdulillah, sekarang sudah sembuh mudah-mudahan ke depqn kita dapat mencari permainan yang aman dan bermanfaat.